Home > Fotografi > Beberapa tips video shooting pernikahan

Beberapa tips video shooting pernikahan

Cari angle menarik dalam video shooting pernikahan

Ada beberapa teknik dan tips yang bisa dimanfaatkan oleh jasa video shooting wedding atau jika sekedar ingin menggunakan alat perekam sendiri untuk merekam video pernikahan teman atau saudara, tips ini mungkin bisa bermanfaat.

Rekam lebih banyak still shots daripada video panning

Video panning adalah teknik menggerakkan kamera perekam video dalam satu garis lurus. Misalnya menggeser kamera mengikuti seseorang yang sedang berlari, dengan pemegang kamera tetap di tempatnya berdiri. Jadi, perekam diam, namun berotasi kecil mengikuti objek yang sedang direkam. Teknik ini mungkin sering dilihat di video-video berita atau videografi lain, yang tujuannya adalah menunjukkan situasi secara menyeluruh dari suatu kejadian yang diberitakan. Gambar yang dihasilkan dari video panning seperti ketika Anda melihat suatu pemandangan dari kiri ke kanan misalnya.

Teknik ini jelas sering digunakan. Tapi karena begitu populer digunakan, justru kita bisa menggunakan gaya lain agar hasil rekaman bisa menarik, yakni mengambil still shots. Jadi di teknik ini, perekam tidak menggerakkan kameranya sama sekali. Videografer bisa mengambil gambar secara diam namun mengambil gambar secara lebih luas. Ini bisa memberikan efek yang lebih sinematis dibandingkan video panning. Misalnya, ambil gambar latar belakang tempat ibadah secara luas dengan perhatian yang fokus pada pengantin, tanpa menggerakkan kamera sedikit pun. Cara-cara seperti ini bisa menunjukkan kesan yang lebih mewah dibanding jasa video shooting wedding lain.

Gunakan kamera B

Konsep “kamera B” maksudnya adalah kamera kedua. Jadi setidak-tidaknya dalam merekam, harus ada dua videografer yang masing-masing memiliki kamera perekam. Ini sudah sebuah hal yang umum disediakan jasa video shooting wedding. Memang kita bisa melakukan video shooting pernikahan sendirian. Tapi, itu pekerjaan yang melelahkan. Bayangkan bagaimana seorang videografer yang sendirian harus berlari ke sana kemari karena harus mengejar momen yang terbatas sekaligus berusaha mengambil gambar-gambar yang indah.

Di sini kamera B menjadi berguna. Ketika 1 kamera mengambil sudut gambar yang satu, yang lain mencoba ambil sudut yang lain. Sebagai videografer pemula, mungkin tidak harus menggunakan kamera B yang terlalu bagus atau mahal. Sebuah kamera B tidak harus memiliki spesifikasi yang sama dengan kamera utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *